“Malam”
“Juga”
“Lagi apa?”
“Nyantai dirumah”
“Kamu?”
“Liat
pasar malam bareng teman”
“Teman?”
“Cowok,
sayang”
“Oh”
“Bawain oleh-oleh ya”
“Boleh”
“Ah, makasih banyak sayang”
“I love you”
“I love
you too”
--------keesokkan
harinya--------
“Aku ada didepan rumah kamu
sekarang”
Clarissa berlari kearah pintu
begitu mendapat pesan dari kekasihnya
“Hai” sapa Sam saat kepala
Clarissa menyembul dari dalam rumah
“Ada apa?” tanya Clarissa
“Pesanan kamu kemarin” Sam
menyodorkan kotak kecil kepada Clarissa
Clarissa dibuat terkejut,
pasalnya dia tidak menganggap serius permintaannya
“Kamu tutup mata dulu” perintah
Sam dan Clarissa menurut
Sam membuka kotak kecil yang
dibawanya, diambilnya benda yang berada didalamnya dan memakaikan pada Clarissa
“Buka mata kamu” ucap Sam tepat
ditelinga kanan Clarissa
Clariss membuka matanya dan
terbelalaklah dia melihat kalung yang bertengger manis di lehernya
“Sam, ini.....” Clarissa memegang
bandul kalung yang berbentuk daun ganja dengan mata berkaca-kaca saking
terharunya
“hehehe maaf ya, kalungnya jelek”
Sam menggaruk tekuknya yang tidak gatal
Clarissa menggeleng “Bagus kok,
kamu banget kalungnya”
--------flashback off--------
Clarissa tersenyum saat mengingat
kilasan masa 5 tahun lalu, disaat mantan kekasihnya memberi hadiah pertama
untuknya. Kini, semua hanya untuk dikenang. Hubungannya dengan Sam hanya
berjalan 2 bulan setengah, Clarissa berfikir dirinya masih terlalu cepat untuk
menjajak hubungan semacam pacaran, dan beruntung Sam mau mengerti.
“Woy, malah ngelamun” bentak
Shilla
“Eh apa?” ucap Clarissa
“Gue tadi tanya, kenapa bandulnya
ganja. Lo pengen terkesan kayak bad girl?”
“No, gue sendiri juga heran.
Kenapa setiap melihat kalung berbandul ganja gue selalu pengen beli” Clarissa
menerawang, berapa banyak kalung ganja yang sudah dibelinya?
“Pasti ada alasannya, nggak
mungkin tanpa sengaja” tebak Shilla
Clarissa mengangguk “Tiap lihat
kalung ganja, gue selalu teringat ‘dia’. Cuma itu”
“Dia? Siapa?” tanya Shilla
“R-a-h-a-s-i-a” ucap Clarissa dan
berlalu pergi dari Shilla
Biarlah Clarissa seperti orang
gagal move on, lagipula dia tidak selalu memikirkan mantannya, dia juga sudah
pernah mencari penggantinya walau hubungannya tidak bertahan lama. Tapi entah
kenapa yang pertama cukup memberi kesan tersendiri pada Clarissa.
Clarissa berharap semoga yang
terakhir jauh lebih banyak memberi kesan kepadanya melebihi yang pertama.
~END~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar