Beranda

Selasa, 27 Juli 2021

DIBALIK KALUNG GANJA

“Malam”

“Juga”

“Lagi apa?”

“Nyantai dirumah”

“Kamu?”

“Liat pasar malam bareng teman”

“Teman?”

“Cowok, sayang”

“Oh”

“Bawain oleh-oleh ya”

“Boleh”

“Ah, makasih banyak sayang”

“I love you”

“I love you too”

 

--------keesokkan harinya--------

 

“Aku ada didepan rumah kamu sekarang”

Clarissa berlari kearah pintu begitu mendapat pesan dari kekasihnya

“Hai” sapa Sam saat kepala Clarissa menyembul dari dalam rumah

“Ada apa?” tanya Clarissa

“Pesanan kamu kemarin” Sam menyodorkan kotak kecil kepada Clarissa

Clarissa dibuat terkejut, pasalnya dia tidak menganggap serius permintaannya

“Kamu tutup mata dulu” perintah Sam dan Clarissa menurut

Sam membuka kotak kecil yang dibawanya, diambilnya benda yang berada didalamnya dan memakaikan pada Clarissa

“Buka mata kamu” ucap Sam tepat ditelinga kanan Clarissa

Clariss membuka matanya dan terbelalaklah dia melihat kalung yang bertengger manis di lehernya

“Sam, ini.....” Clarissa memegang bandul kalung yang berbentuk daun ganja dengan mata berkaca-kaca saking terharunya

“hehehe maaf ya, kalungnya jelek” Sam menggaruk tekuknya yang tidak gatal

Clarissa menggeleng “Bagus kok, kamu banget kalungnya”

--------flashback off--------

Clarissa tersenyum saat mengingat kilasan masa 5 tahun lalu, disaat mantan kekasihnya memberi hadiah pertama untuknya. Kini, semua hanya untuk dikenang. Hubungannya dengan Sam hanya berjalan 2 bulan setengah, Clarissa berfikir dirinya masih terlalu cepat untuk menjajak hubungan semacam pacaran, dan beruntung Sam mau mengerti.

“Woy, malah ngelamun” bentak Shilla

“Eh apa?” ucap Clarissa

“Gue tadi tanya, kenapa bandulnya ganja. Lo pengen terkesan kayak bad girl?”

“No, gue sendiri juga heran. Kenapa setiap melihat kalung berbandul ganja gue selalu pengen beli” Clarissa menerawang, berapa banyak kalung ganja yang sudah dibelinya?

“Pasti ada alasannya, nggak mungkin tanpa sengaja” tebak Shilla

Clarissa mengangguk “Tiap lihat kalung ganja, gue selalu teringat ‘dia’. Cuma itu”

“Dia? Siapa?” tanya Shilla

“R-a-h-a-s-i-a” ucap Clarissa dan berlalu pergi dari Shilla

Biarlah Clarissa seperti orang gagal move on, lagipula dia tidak selalu memikirkan mantannya, dia juga sudah pernah mencari penggantinya walau hubungannya tidak bertahan lama. Tapi entah kenapa yang pertama cukup memberi kesan tersendiri pada Clarissa.

Clarissa berharap semoga yang terakhir jauh lebih banyak memberi kesan kepadanya melebihi yang pertama.

~END~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar