Beranda

Selasa, 27 Juli 2021

Because You ‘FRIEND’


Kania adalah gadis yang haus akan kasih sayang dan perhatian, perusahaan besar yang dijalankan oleh orang tuanya membuat Kania tidak mendapat waktu bersama orang tuanya. Untung Kania tidak menggunakan dunia malam sebagai pelampiasan sepi, Kania berfikir bila dia memiliki prestasi baik maka orang tuanya akan sedikit menaruh perhatian padanya, sehingga Kania memilih menjadi seorang kutu buku, satu-satunya yang setia menemaninya adalah buku, entah itu materi pelajaran, paket soal, atau novel.
“tap, tap, tap,” suara sepatu beradu dengan keramik terdengar menggema di koridor yang sepi. Terlihat seorang gadis berambut panjang memakai kaca mata berjalan dengan membawa beberapa tumpuk buku.
Sedangkan dari arah berlawanan seorang gadis berkucir satu berlari kencang dengan kepala menoleh ke belakang.
“BRRAAKKK” gadis tersebut menabrak Kania
“ah, sorry” gadis tersebut membantu Kania merapikan buku yang berserakan di lantai
“Aku benar-benar minta maaf, aku tidak sengaja, kau baik-baik sajakan?” ucap gadis tersebut
“hmm, aku baik” ucap Kania
Dan setelah itu Kania berjalan meninggalkan gadis tersebut
“Selia” gadis tersebut menoleh saat ada yang memanggilnya
“kenapa kau lari?” Tanya Vira teman Selia
Selia hanya menggeleng, dan tanpa sengaja Selia menemukan buku berwarna kuning bertuliskan ‘help me’ “Apa ini buku gadis tadi?”
“Selia itu buku apa?” Tanya Vira
Lagi-lagi Selia hanya menggeleng. Selia berinisiatif untuk mengembalikan buku tersebut saat jam istirahat
Di kelas
“kok aku kepo dengan isi buku tadi ya?” gumam Selia
Akhirnya Selia membuka buku milik Kania “ini buku diary”
14 April 2016
Hari ini ulang tahunku yang ke-15, hal yang paling aku harapkan saat ulang tahun adalah bersama orang tuaku, tapi jangankan datang, mereka mungkin justru lupa, aku tak ingin berharap
23 Mei 2016
Wisudaku di SMP, lagi- lagi aku hanya sendiri, orangtuaku tidak datang
30 Mei 2016
Aku diterima di SMA terbaik, ku kabari orang tuaku dan mereka membalas ‘bagus’, aku tak mungkin berharap lebih
20 Desember 2016
hari pengambilan rapot, seperti sebelumnya aku mengambil rapotku sendiri
23 Januari 2017
Tuhan aku tidak sanggup lagi, bila rapot semester depan aku mengambil rapot sendiri, itu akan menjadi rapot terakhir yang aku ambil, aku akan mengakhiri hidupku
“tes, tes, tes” air mata Selia jatuh di buku diary Kania
“aku harus menghentikannya” ucap Selia
Selia berjalan menuju kelas Kania, di serahkan buku tersebut, Selia juga meminta diri untuk menjadi teman Kania, karena Selia juga hobi membaca walau hanya novel, tapi mungkin mereka bisa menjadi teman baca
Hari terus berganti, perlahan Selia mulai tahu tentang Kania yang super pendiam, tapi Selia belum bisa membuat Kania bahagia, besok adalah pengambilan rapot semerter 2. Selia sudah kehabisan akal, akhirnya Selia berinisiatif untuk membuat kenangan terakhir dengan Kania, bila memang Kania ingin bunuh diri.
“hari ini aku ingin mengajakmu ke taman bermain” ucap Selia pada Kania
“boleh, aku sudah lama tidak pergi ke taman bermain” ucap Kania
Pukul 09.00
Kania dan Selia pergi ke taman bermain, perlahan Kania mulai sadar bila bahagia dapat ditemukan dari mana saja, Kania seharusnya tidak melulu melihat ke orang tuanya, seharusnya dia juga berinteraksi dengan orang lain, supaya dia bisa menemukan kebahagian dari orang lain.
Menurut Kania, Selia seperti hujan di musim panas, mengguyurnya dengan kebahagian yang sudah lama tidak dia rasakan
Tanpa Selia sadari, Kania sudah tidak ingin untuk bunuh diri, Kania berfikir untuk mencari kebahagian lain, selain dari orang tuanya, Kania ingin lebih melihat dunia, dan menemukan kebahagiaan dari sana
“terima kasih” ucap Kania
Saat ini mereka sedang menikmati matahari tenggelam di atap sekolah mereka
“untuk apa?” Selia bingung
“semuanya” Kania menatap kearah Selia “berkatmu, aku jadi tau bahwa bahagia bisa didapat dari mana saja, seperti kebersamaan bersama teman”
“aku tidak akan bunuh diri, jadi kau tidak perlu khawatir” lanjut Kania
“apa maksudmu, aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan bunuh diri” bohong Selia
“aku tau kau membaca buku diaryku pada waktu itu, sehingga kau ingin menghentikan keinginanku untuk bunuh diri, dengan cara berteman denganku. Dan kau gagal sehingga kau ingin membuat kenangan terakhir denganku dengan cara mengajakku pergi ke taman bermain. Tapi sayang sekali, kau tidak sadar bahwa aku masih ingin disini, aku masih ingin bersama denganmu Kania” jelas Kania panjang lebar
“da-dari mana kau tahu?” Selia syok mendengar penjelasan Kania
“terbaca jelas, sepert novel karangan penulis amatir” ucap Kania
“hisk, Kania” Selia memeluk Kania dengan berurai air mata
“jangan pernah berfikir untuk mengakhiri hidupmu lagi, aku takut jika kehilangan teman terbaikku” ucap Selia di sela-sela tangis
“hei, aku tidak akan melakukannya, kecuali tuhan berkehendak, jadi jangan menangis” ucap Kania
“besok aku akan menemanimu mengambil rapot, sehingga kau tidak akan mengambil rapot sendirian” ucap Selia sambil melepas pelukan mereka
“kau ini..”
“hehehe” Selia hanya cengengesan
Dan akhirnya mereka tertawa, bersama tenggelamnya matahari, seperti kesendirian Kania yang telah tenggelam, hilang tanpa bekas
~TAMAT~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar